Taat kepada pemerintah menurut prinsip salafus shalih

Sebagian yang belum mengetahui mungkin berpikir bahwa yang berjenggot dan bercelana cingkrang (Wahabi) adalah anti pemerintah dan Pancasila. Padahal tidak semua seperti itu, berikut ini adalah penjelasan dari salah seorang jamaah salafi atau wahabi ketika diajak mendukung kelompok tertentu.

Ini penuturan beliau di grub wa

Bukan termasuk kebiasaan salafus shalih untuk melakukan pemberontakan maupun aksi-aksi kepada pemerintah sekalipun zhalim

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺃَﻥْ ﻳَﻨْﺼَﺢَ ﻟِﺴُﻠْﻄَﺎﻥٍ ﺑِﺄَﻣْﺮٍ، ﻓَﻠَﺎ ﻳُﺒْﺪِ ﻟَﻪُ ﻋَﻠَﺎﻧِﻴَﺔً، ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻟِﻴَﺄْﺧُﺬْ ﺑِﻴَﺪِﻩِ، ﻓَﻴَﺨْﻠُﻮَ ﺑِﻪِ، ﻓَﺈِﻥْ ﻗَﺒِﻞَ ﻣِﻨْﻪُ ﻓَﺬَﺍﻙَ، ﻭَﺇِﻟَّﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻗَﺪْ ﺃَﺩَّﻯ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻟَﻪُ

“ Barang siapa yang ingin menasehati para penguasa dengan suatu urusan maka jangan dengan terang-terangan. Akan tetapi pegang tangannya, berduaanlah. Apabila nasehatnya diterima maka itulah yang diharapkan, bila tidak diterima maka anda telah menyampaikan haknya ” (HR Ahmad : 15369, dishahihkan oleh Al Albani di kitab fi Dzilalil Jannah : 1096).

Imam ibnul Qayyim berkata,

“Apabila mengingkari kemungkaran menyebabkan kemungkaran yang lebih besar serta kemungkaran yang lebih dibenci oleh Allah dan RasulNya, maka tidak boleh dilakukan. Meskipun sebenarnya Allah membenci dan memurkai pelaku kemungkaran tersebut. Diantaranya seperti mengingkari kemungkaran para raja dan penguasa, dengan melakukan pemberontakan kepada mereka. Karena sesungguhnya perbuatan seperti itu sumber mala petaka dan musibah sepanjang zaman.

Salah seorang sahabat telah memohon izin kepada Rasulullah ﷺ untuk memerangi para penguasa yang mengakhirkan sholat dari waktunya, mereka berkata, “Tidakkah mereka kita perangi saja wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Tidak, selagi mereka masih melaksanakan shalat.”
Siapa yang merenungi petaka yang terjadi pada umat Islam, baik petaka besar maupun kecil, maka itu terjadi disebabkan mengabaikan prinsip ini, serta tidak bersabar terhadap kemungkaran penguasa. Sehingga ia menuntut untuk melengserkannya, yang menyebabkan terjadinya kemungkaran yang lebih besar. Nabi ﷺ telah menyaksikan di kota Makkah kemungkaran yang paling besar (kemusyrikan), namun beliau tidak mampu mengubahnya. Barulah ketika Allah membukakan kota Makkah dan menjadi negeri Islam, beliau bertekad merenovasi Ka’bah, untuk dikembalikan seperti pondasi Ibrahim. Namun beliau urung melakukannya -padahal beliau mampu- karena khawatir terjatuh pada mafsadah yang lebih besar…” ( I’laam Al-Muwaqq’iin 4/338-339).

Sabda Rasulullah ﷺ,

ﺧِﻴَﺎﺭُ ﺃَﺋِﻤَّﺘِﻜُﻢْ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺗُﺤِﺒُّﻮﻧَﻬُﻢْ ﻭَﻳُﺤِﺒُّﻮﻧَﻜُﻢْ ﻭَﻳُﺼَﻠُّﻮﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺗُﺼَﻠُّﻮﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻭَﺷِﺮَﺍﺭُ ﺃَﺋِﻤَّﺘِﻜُﻢْ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺗُﺒْﻐِﻀُﻮﻧَﻬُﻢْ ﻭَﻳُﺒْﻐِﻀُﻮﻧَﻜُﻢْ ﻭَﺗَﻠْﻌَﻨُﻮﻧَﻬُﻢْ ﻭَﻳَﻠْﻌَﻨُﻮﻧَﻜُﻢْ

“ Sebaik-baik pemimpin kalian adalah mereka mencintai kalian dan kalian mencintai mereka, mereka mendo’akan kalian dan kalian mendo’akan mereka. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah yang membenci kalian dan an membenci mereka, mereka mengutuk kalian dan kalian mengutuk mereka“.

Kemudian seorang sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ apakah boleh pemimpin semacam itu kita perangi dengan pedang (memberontak). “Ya Rasulullah, tidakkah kita perangi saja mereka dengan pedang?”

Nabi ﷺ menjawab,

َِ ﻟَﺎ ﻣَﺎ ﺃَﻗَﺎﻣُﻮﺍ ﻓِﻴﻜُﻢْ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻢْ ﻣِﻦْ ﻭُﻟَﺎﺗِﻜُﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺗَﻜْﺮَﻫُﻮﻧَﻪُ ﻓَﺎﻛْﺮَﻫُﻮﺍ ﻋَﻤَﻠَﻪُ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻨْﺰِﻋُﻮﺍ ﻳَﺪًﺍ ﻣِﻦْ ﻃَﺎﻋَﺔٍ

“ TIDAK…! Selagi mereka mendirikan shalat bersama kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yg tak baik maka bencilah tindakannya dan janganlah kalian melepaskan ketaatan kepada mereka” (HR. Muslim No.3447).

Dari sahabat Hudzaifah bin Yaman radhiyallahu’anhu disebutkan, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

ﻳَﻜُﻮْﻥُ ﺑَﻌْﺪِﻱْ ﺃَﺋِﻤَّﺔٌ، ﻻَﻳَﻬْﺘَﺪُﻭْﻥَ ﺑِﻬُﺪَﺍﻱَ، ﻭَﻻَ ﻳَﺴْﺘَﻨُّﻮْﻥَ ﺑِﺴُﻨَّﺘِﻲْ

“ Akan ada sepeninggalku nanti para penguasa yang merek tidak berpegang dengan petunjukku dan tidak mengikuti sunahku. ”

“ Apa yang kuperbuat bila aku mendapatinya? ” Tanya sahabat Hudzaifah.

Rasulullah menjawab,

ﺗَﺴْﻤَﻊُ ﻭَﺗُﻄِﻴْﻊُ ﻟِﻸَﻣِﻴْﺮِ، ﻭَﺇِﻥْ ﺿُﺮِﺏَ ﻇَﻬْﺮُﻙَ ﻭَﺃُﺧِﺬَ ﻣَﺎﻟُﻚَ، ﻓَﺎﺳْﻤَﻊْ ﻭَﺃَﻃِﻊْ !

“ Hendaknya kamu mendengar dan taat kepada penguasa tersebut, walaupun punggungmu dicambuk (menyengsarakan rakyat) dan hartamu dirampas olehnya (seperti korupsi), dengarlah perintahnya dan taatilah ” (Hadis shahih, diriwayatkan Imam Muslim no.1476, 1847.)

Dari sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, beliau berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda kepada kami,

َ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺳَﺘَﺮَﻭْﻥَ ﺑَﻌْﺪِﻱ ﺃَﺛَﺮَﺓً ﻭَﺃُﻣُﻮﺭًﺍ ﺗُﻨْﻜِﺮُﻭﻧَﻬَﺎ

“ Kalian akan menyaksikan sikap-sikap egois (red. kezaliman penguasa seperti korupsi dan lain-lain) sepeninggalku, dan beberapa perkara yang kalian ingkari ” .

Para sahabat bertanya, “ Lantas bagaimana anda menyuruh kami ya Rasulullah?”

Nabi menjawab,

ﺃَﺩُّﻭﺍ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ ﺣَﻘَّﻬُﻢْ ﻭَﺳَﻠُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺣَﻘَّﻜُﻢْ

“ Tunaikanlah hak mereka dan mintalah kepada Allah hakmu! ” (HR. Bukhori).

=========

Terimakasih sudah membaca dan memahami. Semoga bermanfaat dan kita bisa belajar bahwa tidak semua yang berjenggot itu teroris.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s